Contoh dan Cara Adaptasi Tumbuhan Hidrofit & Tropofit

Tumbuhan kaktus yakni perumpamaan tumbuhan yang hidup didaerah yang kering dan bersuhu tinggi. Didaerah layaknya ini biasanya cahaya matahari banyak, curah hujan sedikit, dan kelembaban udara kurang, sampai tumbuhan yang ada disana bisa kerjakan adaptasi agar tidak terlalu banyak air yang keluar dari tubuhnya. Bentuk adaptasi itu layaknya permukaan tubuhnya dilapisi lilin yang tidak tidak tebal, permukaan daunnya lebih sempit atau kecil, terlebih ada yang tidak memiliki daun karena daunnya termodifikasi lantas duri. Tumbuhan sejenis ini disebut tumbuhan xeropit. Perumpamaan tumbuhan ini tidak cuma kaktus yakni tumbuhan sukulen.

Sebaliknya keladi atau talas terhitung tumbuhan yang hidup didaerah yang suhunya condong rendah, cahaya matahari kurang, dan kelembaban udara tinggi. Tumbuhan ini bisa kerjakan penyesuaian memperbanyak penguapan agar kandungan air di dalam tubuhnya tidak terlalu tinggi dan mmeperluas permukaan daun. Tumbuhan sejenis ini disebut tumbuhan hidrofit. Perumpamaan lain tumbuhan hidrofit yakni teratai dan eceng gondok.

Tumbuhan jati terhitung tumbuhan tropofit. Jenis tumbuhan ini bisa beradaptasi pada lingkungan basah ( musim penghujan ) dengan banyak memiliki daun, dan pada saat lingkungan kering ( musim kemarau ) menggugurkan daunnya. Tidak cuma jati, perumpamaan tumbuhan jenis ini perumpamaannya pohon randu dan mahoni.

Ringkasan

menurut penyesuaian pada lingkunga hidupnya, tumbuhan dibedakan lantas 3 type, tumbuhan hidrofit beradaptasi pada lingkungan basah, tumbuhan xerofit beradaptasi pada lingkungan kering, dan tumbuhan tropofit beradaptasi pada lingkungan basah maupun kering.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar